Senin, 01 Maret 2010

= Museum Gunung Merapi – Kaliurang – Yogyakarta =

Jumat, 26 Februari saya mengunjungi Museum Gunung Merapi (MGM) yang lokasinya berada di Kaliurang-Yogyakarta. Ini adalah pertama kalinya saya datang ke sana. Museum ini termasuk museum baru yang belum lama diresmikan pada awal tahun 2010 ini. Bangunan 2 larintai ini terlihat modern dengan design yang menarik. Pertama kali melihat bangunan museum ini saya terkagum…’ternyata ada juga ya museum seperti ini di Jogja…’
Saya tiba di kawasan museum ini sekitar pukul 15.00wib atau 3pm. Keadaan kawasan museum saat itu termasuk sepi dari pengunjung. Saat kami datang memang ada beberapa pengunjung yang sepertinya rombongan keluarga sedang di teras museum dan foto-foto berlatar belakang museum. Tempat parkir yang cukup luas juga terlihat sepi kendaraan. Terlebih lagi area parkir motornya, sangat sepi. Ada beberapa motor yang itupun bukan motor pengunjung melainkan motor pengelola yakni muda-mudi desa setempat yang mengelola bagian retribusi parkir museum.

Dari kunjungan ini, beberapa informasi yang berhasil saya dapatkan mengenai Museum Gunung Merapi ini antara lain :

a. Jam buka dan jam kunjung Museum Gunung Merapi

Museum ini buka pada hari Selasa – Minggu (Senin tutup)

Jam kunjung : 09.00 – 15.30 wib
Harga Tiket Masuk : Rp.3.000,-(per-orang)

Untuk harga tiket masuk, pihak pengelola MGM juga memberikan potongan khusus bagi rombongan dengan syarat dan ketentuan tertentu yakni :
KERINGANAN BIAYA MASUK MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI 
(PERBUP,NOMOR 83 TAHUN 2009)

Pengunjung dari pelajar, mahasiswa, lembaga yang dating secara rombongan dapat diberikan keringanan membayar sebesar:

1. 25% (dua puluh lima persen) dari biaya masuk dengan jumlah pengunjung paling sedikit 25 (dua puluh lima) orang.

2. 50% (Lima puluh persen) dari biaya masuk dengan jumlah pengunjung paling sedikit 100 (seratus) orang.

3. Keringanan sebagaimana dimaksud diatas dimohonkan secara tertulis kepada bupati melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman (Telpon 0274- 869613).

Gambar Pintu Masuk dan Loket Penjualan Tiket
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

b. Lokasi dan Akses

Museum Gunung Merapi ini terletak di Desa Hargobinangun – Sleman Yogyakarta.
Akses menuju MGM untuk sementara ini baru bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi baik motor, mobil, atau bis pariwisata. Kondisi jalan menuju kawasan ini juga sudah cukup baik. Hanya saja masih belum ada signage atau penunjuk arah menuju MGM. Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala bagi pihak pengelola MGM sendiri, karena dengan belum adanya signage menuju kawasan MGM maka pengunjung yang melintasi Jalan Kaliurang tidak akan tahu jika ada Museum di kawasan tersebut. Padahal akses dari jalan utama Kaliurang menuju Museum ini tidak jauh. Tepatnya berada ±500m sebelum pintu retribusi Kaliurang dengan patokan ‘Penginapan LOLA’ masuk ke timur (belok kiri dari arah Jogja) atau ‘Restoran OASIS’ masuk ke timur (belok kiri dari arah Jogja). Saran saya, lebih mudah lewat persimpangan di Penginapan Lola karena hanya dengan mengikuti jalan akan terlihat Museum Gunung Merapi ini.

c. Fasilitas pendukung
Untuk fasilitas di kawasan Museum Gunung Merapi ini antara lain area parkir yang cukup luas (di depan bangunan dan di belakang bangunan), area pertunjukan outdoor yang cukup luas dan memiliki area heliped , kamar mandi, musholla (di bagian belakang bangunan), ruang pertunjukan indoor (lantai 2). Untuk fasilitas pendukung yang belum ada dan masuk dalam rencana pengembangan adalah foodcourt.


d. Atraksi Wisata
Untuk atraksi wisata yang bisa dinikmati di MGM ini antara lain adalah penataan dan display dari isi museum itu sendiri. Segala sesuatu tentang Gunung Merapi, mulai dari proses terbentuknya, proses gunung meletus, sampai mitos yang berhubungan dengan Gunung Merapi.
Begitu masuk ke MGM ini, kita disambut dengan model Gunung Merapi yang terbuat dari fiber dan berupa diorama yang menceritakan proses terjadinya letusan Gunung Merapi. Selain berupa miniature, informasi tersebut dikemas dalam gambar-gambar yang menarik dan diorama yang tentu saja bisa difungsikan. Selain disajikan dalam gambar dan skema, museum ini juga memamerkan berbagai alat dan perangkat yang berhubungan dengan Gunung Merapi, seperti seismograph, peralatan seismic, computer (laptop ber-floppy disc), PHmeter, Masker Gas, dan masih banyak lagi. Display yang tidak kalah menarik adalah display tentang proses dan dampak letusan Gunung Merapi. Semua dikemas dan disajikan sangat menarik.

Gambar Miniatur/Modeling Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar Skema Proses Perancangan Bangunan Museum Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display batu-batuan yang sebagai hasil dari proses vulkanik Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar peralatan seismic yang dipamerkan di MGM’
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar salah satu bagian ruang display MGM
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display peralatan rumah tangga akibat terkena dampak letusan Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display motor yang terkena dampak letusan Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Beragam display gambar maupun benda-benda terkait dengan Gunung Merapi disajikan menarik. Pengunjung juga disarankan mengikuti alur yang telah di tentukan pihak pengelola museum dengan penunjuk arah yang menarik, baik berupa patung penunjuk arah maupun penunjuk arah yang ada di lantai. Adanya penunjuk arah dalam bangunan ini membuat arus pengunjung di dalam bangunan lebih tertib.

Gambar Patung penunjuk arah yang ada di dalam bangunan
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Selain atraksi wisata berupa display dan aneka koleksi, MGM belum pernah mengadakan event lain seperti festival, atau acara-acara temporer lainnya. Potensi Area Outdoor di belakang bangunan MGM sebenarnya sangat menarik untuk penyelenggaraan evet atau acara tertentu, seperti festival Taman Nasional Gunung merapi, Festival budaya Jogja, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Oleh sebab itu pihak pengelola membuka tawaran khusus bagi pengunjung maupun pihak tertentu yang ingin memanfaatkan area outdoor ini.


Gambar area outdoor yang terletak di belakang bangunan
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com


e. Promosi
Untuk promosi pihak pengelola Museum Gunung Merapi (MGM) saat ini memang belum gencar dilakukan. Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak pengelola membuat kegiatan promosi belum bisa dilakukan secara maksimal. Leaflet sebenarnya telah ada dan sempat disebarkan saat peresmian museum, tetapi saat saya datang ke sana stock leaflet kebetulan habis dan belum dicetak ulang. Untuk promosi melalui media internet, pihak MGM juga belum memilikinya. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kuantitas pengunjung yang datang. Meskipun sampai saat ini sudah cukup banyak pengunjung yang dating, terutama rombongan pelajar, dan keluarga.

f. Pengelola
Pengelolaan MGM saat ini ditangani oleh masyarakat sekitar yakni di bawah manajemen desa Hargobinangun. Salah satu pengelola museum ini adalah Bapak Suradji. Beliau juga warga setempat. Dari beliau saya mengetahui beberapa informasi tentang pengelolaan MGM ini. Untuk pengelolaan sebenarnya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pariwisata kabupaten Sleman, akan tetapi untuk kepengurusan dan organisasi pengelola MGM masih belum ditunjuk secara resmi. Bahkan beliau dan beberapa rekannya harus bekerja ekstra untuk tetap mengoperasikan MGM meskipun belum ada hitam di atas putih tentang kewenangan mereka. Untuk bagian retribusi parkir, pengelolaan dipegang oleh muda-mudi setempat.

Saya sungguh beruntung karena diakhir kunjungan ini saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa pengelola MGM. Dari beliaulah beberapa informasi di atas saya dapatkan. Beliau mengharapkan saya bisa datang kembali bersama teman-teman…(Bagaimana MPAR XV Class…siap meluncur ke TKP???...)

Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa mengunjungi Museum Gunung Merapi ini. Satu lagi objek wisata di Kabupaten Sleman yang layak dan pantas masuk ke daftar kunjungan teman-teman jika datang ke Yogyakarta. Sambil menikmati kawasan wisata Kaliurang jangan lupa mampir ke MGM ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman.

MITOLOGI MERAPI

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lereng merapi. Yang paling menonjol adalah keberadaan Eyang Sapu Jagad, sosok gaib penunggu Gunung Merapi. Berbicara tentang Eyang Sapu Jagad tidak dapat dilepaskan dari Kanjeng Ratu Kidul sosok gaib penunggu Laut Selatan.

Berawal saat Sutawijaya (kemudian bergelar Panembahan Senopati) anak dari Ki Ageng Panembahan, bertapa di Pantai laut selatan. Dalam laku tapa tersebut Sutawijaya bertemu, berkenalan, saling jatuh cinta dan menikah dengan Kanjeng Ratu Kidul. Sutawijaya mengutarakan niatnya untuk membangun kerajaan baru. Singkat cerita, kanjeng RatuKidul berkenan membantu dengan sepenuh hati. Sebagai tanda kesungguhan dan cintanya, Kanjeng Ratu Kidul menghadiahi "Ndhog Jagad" yang kemudian dititipkan kepada Kyai Sapu Jagad.

(Penggal Mitologi Merapi-disalin dari Alaysius Heri - Petani, pelukis dalam salah satu koleksi MGM)


Thanks to :
Bapak Suradji, dan rekan lainnya, selaku pengelola MGM yang telah memberikan informasi menarik seputar MGM. Semoga bisa menunaikan tugas dengan lancar.



2 komentar:

  1. Menarik untuk dkunjungi,insyALLAH Habis lebaran tak merono, :)

    BalasHapus
  2. Wow... Terima kasih infonya. Berguna banget buat saya.

    BalasHapus