Selasa, 01 Juni 2010

= Grand Lounching "Pustaka Meletik" Malioboro =


Senin, 31 Mei 2010 bertempat di Taman parkir Abu Bakar Ali Kawasan Malioboro terselenggara grand lounching “Pustaka Meletik”. Pustaka Meletik merupakan perpustakaan keliling yang diperuntukkan bagi anggota Paguyuban Malioboro. Setelah sempat melakukan soft lounching di Balaikota Yogyakarta, ide gagasan tentang pustaka mletik ini ditindak lanjuti dengan adanya grand lounching. Acara ini turut dihadiri oleh Bapak Haryadi selaku Wakil Walikota Yogyakarta, Bapak Sudjarwo Putro Ketua Paguyuban Malioboro, Kepala Bagian dari Polda DIY, Camat Danurejan, serta Kepala Pusat Pustaka Yogyakarta.

Meskipun baru berjalan 2 bulan, antusias para anggota Paguyuban Malioboro sangat besar, terbukti kurang lebih 200 peserta telah mendaftar dan mendapat kartu anggota. Selain itu, perpustakaan keliling yang biasa beroperasi tiap hari Senin, Selasa, dan Rabu ini selalu kehabisan stok buku. Kurang lebih hampir 400 buku selalu habis setiap kali para pengurus Pustaka Meletik mengedarkan buku-buku dengan cara berkeliling menggunakan troli.

Dalam sambutannya, Sudjarwo Putro selaku ketua Paguyuban Malioboro sekaligus salah satu pencetus ide pustaka keliling ini mengungkapkan bahwa keberadaan Pustaka Meletik ini merupakan sebuah usaha untuk menjadikan sumber daya manusia dalam hal ini pedagang kaki lima di kawasan Malioboro menjadi insan yang berilmu. Selain itu beliau juga menyebutkan bahwa keberhasilan Pustaka Meletik ini tidak terlepas dari adanya dukungan dari berbagai pihak, support dari bapak Heri Zudiyanto sebagai Walikota Yogyakarta memberi semangat yang luar biasa, bahkan nama “Meletik” merupakan sumbangan dari Bapak Walikota sendiri yang saat ini menjadi Pembina bagi Pustaka Meletik. Pentingnya berdiri di kaki sendiri juga menjadi penekanan yang disampaikan beliau, yakni bagaimana nantinya Pustaka Meletik bisa menghidupi segala aktivitas di dalamnya tanpa bergantung pada siapapun. Tentunya dengan semangat dan kerjasama seluruh anggota Pustaka Meletik ini.

Beliau juga memberikan apresiasi kepada para mahasiswa Ilmu Komunikasi Massa dari Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY) yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli (FOMPI) atas kepeduliannya terhadap Pustaka Meletik. Dalam kegiatan ini FOMPI yang sepenuhnya didukung oleh UCY menyerahkan sumbangan berupa troli dan buku bacaan yang diserahkan langsung secara simbolik oleh Bapak Haryadi selaku Wakil Walikota Yogyakarta dan Ibu Iin Sunny Atmaja selaku Rektor I Universitas Cokroaminoto, kepada para pengurus Pustaka Meletik. Dengan kegiatan semacam ini diharapkan adanya sinergitas antara civitas akademika dengan usaha peningkatan kualitas SDM dalam hal ini anggota Paguyuban Malioboro.

Red&Foto: Inayatul Ilah N.

Sabtu, 13 Maret 2010

= Warung Makan Khas Makassar “La-Capila” =



Sabtu, 13 Maret 2010, Siang ini cuaca panas banget, rasanya kaya kebakar nih kulitku. Puas jalan-jalan keliling Jogja, aku mampir ke warung makanan khas Makassar [gara-gara adek ganteng bilang dia makan disana...jadi pengen...].. Nama warungnya “La-Capila” lokasinya dekat Gereja Kotabaru tepatnya di Jl.Krasak Barat... Warungnya termasuk kecil, tapi pengunjungnya banyak banget. Bisa dibilang over carying capacity, buat makan aja kadang harus nunggu ada meja yang kosong. Untungnya aku datang tepat waktu, pas ada yang mau pulang...pas aku datang. Siip... menu pun ku pesan.. agak lama sih nunggunya, tapi gak kerasa karna kusambi foto2 dulu... he99...

Makan siang hari ini...Coto Makassar + Buras (1 aja) + Ketupat (1 juga) + sate telur + es pisang iji... nyem..nyem...

Setelah hidangan siap... mulai deh..santapppp....nyem...nyem..nyem...tebayar sudah lapar dan lelahku...Biasanya pengunjung menyantap hidangan coro makassar dengan berbagai menu tambahan, seperti buras, ketupat, sate usus, sate telur, bakwan udang, maupun aneka gorengan lainnya. Wuahhhh....sekarang jadi kekenyangan dan enggan beranjak dari kursi... tapi, nggak enak juga kalau berlama-lama disini, karena pengunjung yang datang dengan tempat yang disediakan memang gak imbang...

Pulang ah... bayar dulu di kasir... “ Mas, berapa?” [ku sebut semua hidangan yang ku makan termasuk es pisang ijo..] “Rp.13.500,- mbak...”. Selesai sudah perjalanan makan siangku... Selain hidangan coto Makassar masih banyak menu lain lho... Tertarik????

= Eh...ada Aerowisata di Kompleks Lanud Adisucipto =

Sabtu, 13 Maret 2010...jam 06.00 wib... sedang asik baca bendel kebijakan tentang Tata Ruang Malioboro tiba-tiba adekku merengek minta antar ke daerah Blok O karena hari ini dia kemah..hm, lebih tepatnya latihan memasak dan mendirikan tenda...^_^ Berangkatlah aku anter adekku itu... sampek janti, ternyata beberapa temannya juga sedang dalam perjalanan... lampu merah perempatan janti... “mbak, aku lupa...tongkatnya ketinggalan”... uggghhhhh... putar balik deh...
Kembali dalam p
erjalanan menuju Bumi Perkemahan Lanud Adisucipto. Jalan sudah jauh lebih ramai daripada tadi waktu pertama berangkat. Mobil, motor, lalu lalang pegawai kantor dan pelajar yang berangkat beraktivitas. Aku cukup familier dengan peta yang dibawa adekku itu, daerah Blok O, Jl.Janti... tempat KKNku dulu... xixixixi...


Akses menuju Blok O memang cukup mudah dengan kondisi jalan yang cukup baik, hanya saja untuk menuju Bumi Perkemahannya infrastuktur jalan masih memprihatinkan, terlebih lagi pagi ini jalan tanah-kerikil sempit ini dilalui banyak mobil dan motor para pengantar murid SD Muh.Sapen yang akan mengikuti kegiatan. Sudah jalannya terjal, macet... ufff...


Jalan menuju Aerowisata dan Bumi perkemahan yang belum beraspal

Memasuki area drop off bagi pengantar yang mengendarai motor, ternyata aku menemukan sesuatu...wah...disini ada kolam pemancingan tho.. ku lihat benner-nya tertulis Aerowisata... ternyata tho tempat mancing masku (Abdul Wadud)... yang katanya pemancingan AAU...ooo... ya ya ya.... tapi kondisinya sangat memprihatinkan... kolam pemancingannya berganggang... dan terkesan tidak terawat dengan baik.



Entrance Aerowisata dan Bumi Perkemahan Lanud Adisucipto



Kondisi Aerowisata Lanud Adisucipto yang cukup memprohatinkan

Satu lagi potensi wisata yang bisa dikembangkan di Kota Yogya tercinta ini... mungkin bisa jadi aerowisata sebagai wisata rakyat ... memancing... benar-benar aktivitas atau hobi yang unik.. butuh kesabaran. Seandainya dilengkapi dengan fasilitas seperti restoran/warung makan untuk memasak tangkapan ikan... kemudian ada gazebo-gazebo untuk berteduh saat memancing, ada event perlombaan memancing, ada penangkaran ikan sebagai usaha masyarakat setempat... dan mungkin masih banyak ide-ide lain untuk pengembangan aerowisata ini... tentunya akan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, menjadi ruang interaksi sosial antar warga dan pengunjung, juga menjadi wisata rakyat yang menarik.

Bagaimana, ada ide-kah untuk pengembangan aerowisata di Kota Yogyakarta?

Senin, 01 Maret 2010

= Museum Gunung Merapi – Kaliurang – Yogyakarta =

Jumat, 26 Februari saya mengunjungi Museum Gunung Merapi (MGM) yang lokasinya berada di Kaliurang-Yogyakarta. Ini adalah pertama kalinya saya datang ke sana. Museum ini termasuk museum baru yang belum lama diresmikan pada awal tahun 2010 ini. Bangunan 2 larintai ini terlihat modern dengan design yang menarik. Pertama kali melihat bangunan museum ini saya terkagum…’ternyata ada juga ya museum seperti ini di Jogja…’
Saya tiba di kawasan museum ini sekitar pukul 15.00wib atau 3pm. Keadaan kawasan museum saat itu termasuk sepi dari pengunjung. Saat kami datang memang ada beberapa pengunjung yang sepertinya rombongan keluarga sedang di teras museum dan foto-foto berlatar belakang museum. Tempat parkir yang cukup luas juga terlihat sepi kendaraan. Terlebih lagi area parkir motornya, sangat sepi. Ada beberapa motor yang itupun bukan motor pengunjung melainkan motor pengelola yakni muda-mudi desa setempat yang mengelola bagian retribusi parkir museum.

Dari kunjungan ini, beberapa informasi yang berhasil saya dapatkan mengenai Museum Gunung Merapi ini antara lain :

a. Jam buka dan jam kunjung Museum Gunung Merapi

Museum ini buka pada hari Selasa – Minggu (Senin tutup)

Jam kunjung : 09.00 – 15.30 wib
Harga Tiket Masuk : Rp.3.000,-(per-orang)

Untuk harga tiket masuk, pihak pengelola MGM juga memberikan potongan khusus bagi rombongan dengan syarat dan ketentuan tertentu yakni :
KERINGANAN BIAYA MASUK MUSEUM GUNUNGAPI MERAPI 
(PERBUP,NOMOR 83 TAHUN 2009)

Pengunjung dari pelajar, mahasiswa, lembaga yang dating secara rombongan dapat diberikan keringanan membayar sebesar:

1. 25% (dua puluh lima persen) dari biaya masuk dengan jumlah pengunjung paling sedikit 25 (dua puluh lima) orang.

2. 50% (Lima puluh persen) dari biaya masuk dengan jumlah pengunjung paling sedikit 100 (seratus) orang.

3. Keringanan sebagaimana dimaksud diatas dimohonkan secara tertulis kepada bupati melalui Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman (Telpon 0274- 869613).

Gambar Pintu Masuk dan Loket Penjualan Tiket
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

b. Lokasi dan Akses

Museum Gunung Merapi ini terletak di Desa Hargobinangun – Sleman Yogyakarta.
Akses menuju MGM untuk sementara ini baru bisa dijangkau menggunakan kendaraan pribadi baik motor, mobil, atau bis pariwisata. Kondisi jalan menuju kawasan ini juga sudah cukup baik. Hanya saja masih belum ada signage atau penunjuk arah menuju MGM. Hal ini tentu saja menjadi salah satu kendala bagi pihak pengelola MGM sendiri, karena dengan belum adanya signage menuju kawasan MGM maka pengunjung yang melintasi Jalan Kaliurang tidak akan tahu jika ada Museum di kawasan tersebut. Padahal akses dari jalan utama Kaliurang menuju Museum ini tidak jauh. Tepatnya berada ±500m sebelum pintu retribusi Kaliurang dengan patokan ‘Penginapan LOLA’ masuk ke timur (belok kiri dari arah Jogja) atau ‘Restoran OASIS’ masuk ke timur (belok kiri dari arah Jogja). Saran saya, lebih mudah lewat persimpangan di Penginapan Lola karena hanya dengan mengikuti jalan akan terlihat Museum Gunung Merapi ini.

c. Fasilitas pendukung
Untuk fasilitas di kawasan Museum Gunung Merapi ini antara lain area parkir yang cukup luas (di depan bangunan dan di belakang bangunan), area pertunjukan outdoor yang cukup luas dan memiliki area heliped , kamar mandi, musholla (di bagian belakang bangunan), ruang pertunjukan indoor (lantai 2). Untuk fasilitas pendukung yang belum ada dan masuk dalam rencana pengembangan adalah foodcourt.


d. Atraksi Wisata
Untuk atraksi wisata yang bisa dinikmati di MGM ini antara lain adalah penataan dan display dari isi museum itu sendiri. Segala sesuatu tentang Gunung Merapi, mulai dari proses terbentuknya, proses gunung meletus, sampai mitos yang berhubungan dengan Gunung Merapi.
Begitu masuk ke MGM ini, kita disambut dengan model Gunung Merapi yang terbuat dari fiber dan berupa diorama yang menceritakan proses terjadinya letusan Gunung Merapi. Selain berupa miniature, informasi tersebut dikemas dalam gambar-gambar yang menarik dan diorama yang tentu saja bisa difungsikan. Selain disajikan dalam gambar dan skema, museum ini juga memamerkan berbagai alat dan perangkat yang berhubungan dengan Gunung Merapi, seperti seismograph, peralatan seismic, computer (laptop ber-floppy disc), PHmeter, Masker Gas, dan masih banyak lagi. Display yang tidak kalah menarik adalah display tentang proses dan dampak letusan Gunung Merapi. Semua dikemas dan disajikan sangat menarik.

Gambar Miniatur/Modeling Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar Skema Proses Perancangan Bangunan Museum Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display batu-batuan yang sebagai hasil dari proses vulkanik Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar peralatan seismic yang dipamerkan di MGM’
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar salah satu bagian ruang display MGM
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display peralatan rumah tangga akibat terkena dampak letusan Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Gambar display motor yang terkena dampak letusan Gunung Merapi
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Beragam display gambar maupun benda-benda terkait dengan Gunung Merapi disajikan menarik. Pengunjung juga disarankan mengikuti alur yang telah di tentukan pihak pengelola museum dengan penunjuk arah yang menarik, baik berupa patung penunjuk arah maupun penunjuk arah yang ada di lantai. Adanya penunjuk arah dalam bangunan ini membuat arus pengunjung di dalam bangunan lebih tertib.

Gambar Patung penunjuk arah yang ada di dalam bangunan
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com

Selain atraksi wisata berupa display dan aneka koleksi, MGM belum pernah mengadakan event lain seperti festival, atau acara-acara temporer lainnya. Potensi Area Outdoor di belakang bangunan MGM sebenarnya sangat menarik untuk penyelenggaraan evet atau acara tertentu, seperti festival Taman Nasional Gunung merapi, Festival budaya Jogja, ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Oleh sebab itu pihak pengelola membuka tawaran khusus bagi pengunjung maupun pihak tertentu yang ingin memanfaatkan area outdoor ini.


Gambar area outdoor yang terletak di belakang bangunan
Sumber : Dokumen Pribadi_www.kanvas-angan.blogspot.com


e. Promosi
Untuk promosi pihak pengelola Museum Gunung Merapi (MGM) saat ini memang belum gencar dilakukan. Beberapa kendala yang dihadapi oleh pihak pengelola membuat kegiatan promosi belum bisa dilakukan secara maksimal. Leaflet sebenarnya telah ada dan sempat disebarkan saat peresmian museum, tetapi saat saya datang ke sana stock leaflet kebetulan habis dan belum dicetak ulang. Untuk promosi melalui media internet, pihak MGM juga belum memilikinya. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap kuantitas pengunjung yang datang. Meskipun sampai saat ini sudah cukup banyak pengunjung yang dating, terutama rombongan pelajar, dan keluarga.

f. Pengelola
Pengelolaan MGM saat ini ditangani oleh masyarakat sekitar yakni di bawah manajemen desa Hargobinangun. Salah satu pengelola museum ini adalah Bapak Suradji. Beliau juga warga setempat. Dari beliau saya mengetahui beberapa informasi tentang pengelolaan MGM ini. Untuk pengelolaan sebenarnya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pariwisata kabupaten Sleman, akan tetapi untuk kepengurusan dan organisasi pengelola MGM masih belum ditunjuk secara resmi. Bahkan beliau dan beberapa rekannya harus bekerja ekstra untuk tetap mengoperasikan MGM meskipun belum ada hitam di atas putih tentang kewenangan mereka. Untuk bagian retribusi parkir, pengelolaan dipegang oleh muda-mudi setempat.

Saya sungguh beruntung karena diakhir kunjungan ini saya sempat berbincang-bincang dengan beberapa pengelola MGM. Dari beliaulah beberapa informasi di atas saya dapatkan. Beliau mengharapkan saya bisa datang kembali bersama teman-teman…(Bagaimana MPAR XV Class…siap meluncur ke TKP???...)

Sungguh pengalaman yang menyenangkan bisa mengunjungi Museum Gunung Merapi ini. Satu lagi objek wisata di Kabupaten Sleman yang layak dan pantas masuk ke daftar kunjungan teman-teman jika datang ke Yogyakarta. Sambil menikmati kawasan wisata Kaliurang jangan lupa mampir ke MGM ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman.

MITOLOGI MERAPI

Banyak mitos yang berkembang di masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lereng merapi. Yang paling menonjol adalah keberadaan Eyang Sapu Jagad, sosok gaib penunggu Gunung Merapi. Berbicara tentang Eyang Sapu Jagad tidak dapat dilepaskan dari Kanjeng Ratu Kidul sosok gaib penunggu Laut Selatan.

Berawal saat Sutawijaya (kemudian bergelar Panembahan Senopati) anak dari Ki Ageng Panembahan, bertapa di Pantai laut selatan. Dalam laku tapa tersebut Sutawijaya bertemu, berkenalan, saling jatuh cinta dan menikah dengan Kanjeng Ratu Kidul. Sutawijaya mengutarakan niatnya untuk membangun kerajaan baru. Singkat cerita, kanjeng RatuKidul berkenan membantu dengan sepenuh hati. Sebagai tanda kesungguhan dan cintanya, Kanjeng Ratu Kidul menghadiahi "Ndhog Jagad" yang kemudian dititipkan kepada Kyai Sapu Jagad.

(Penggal Mitologi Merapi-disalin dari Alaysius Heri - Petani, pelukis dalam salah satu koleksi MGM)


Thanks to :
Bapak Suradji, dan rekan lainnya, selaku pengelola MGM yang telah memberikan informasi menarik seputar MGM. Semoga bisa menunaikan tugas dengan lancar.



Selasa, 26 Januari 2010

Manajemen Pembelanjaan Penghasilan yang Produktif


Saya mendapatkan sebuah email dari seorang teman yang ingin berbagi informasi dan nasehat bijak, bagaimana mengatur pendapatan kita agar tidak mengeluh di akhir bulan karna uang habis.Teman saya sendiri mendapatkan informasi ini dari seorang temannya yang meringkas sebuah dialog bersama Ust Dr. Antonio yang kebetulan disiarkan di salah satu stasiun TV swatsa. Jadi tidak ada salahnya saya juga ingin berbagi dengan anda semua...


Berikut kiat dan nasehat yang bisa kita coba untuk diterapkan dalam kehidupan kita:

Data dibawah hasil riset dari pakar keuangan Islam Indonesia dan sudah diterapkan dengan hasil yang memuaskan. Khusus untuk pekerja swasta/karyawan yang umumnya benefit/income hanya diharapkan dari gaji bulanan. Jika kita tidak prepare dengan baik, tidak banyak dari karyawan tersebut mengeluhkan habis bulan habis gaji.

Mengapa demikian ??

Karena manajemen keuangan tidak berjalan dengan baik. Selai itu pola penggunaan uang yang tidak produktif juga ikut andil di dalamnya. Dimana kebiasaan kita adalah belanja dulu semua keperluan nanti ada sisa baru fikir investasi, bayar zakat, bayar utang apalagi tabungan emergency.

Mari kita rubah pola tersebut menjadi pola productive, sebelum gaji dibelanjakan alangkah baiknya disisihkan dulu sesuai pola produktif.

Sebagai perumpaan :

Karyawan dengan gaji Rp 4.000.000,- dengan besarnya prosentase hanya sebagai contoh.

1. Tabungan emergency : 10 % X Gaji (prosentase disesuai ketentuan masing-masing).

2. Bayar utang sesuai jumlah utang.

Notes: batas utang jangan lebih dari 40% x gaji.

3. Bayar Zakat 2.5 % X gaji (prosentase wajib dari ISLAM)

4. Investasi minimal 5% dari gaji (prosentase disesuai ketentuan masing-masing).

5. lalu sisanya dibelanjakan sesuai dengan sisa keuangan.

(dengan komitment : tabungan Emergency & Investasi tidak digunakan jika tidak super urgent)


Contoh di atas mengajarkan kepada kita bagaimana mengelola penghasilan yang kita peroleh agar menjadi produktif. Mungkin untuk percobaan awal, kita bisa mencobanya untuk gaji kita atau uang bulanan kita (bagi para mahasiswa). Satu atau dua bulan mungkin belum terasa manfaatnya, tapi insyaAllah dalam 6 bulan atau satu tahun, kita sudah bisa melihat hasilnya. Akan selalu ada uang di tabungan kita, meskipun itu uang emergency dan uang investasi. Dan hal ini tentunya akan membuat kita tidak mengeluh di akhir bulan.

Berikut ini adalah tabel prioritas pembelanjaan dari penghasilan kita yang bisa kita bandingkan antara yang produktif dan yang non-produktif :

Untuk teman-teman yang masih sekolah, baik pelajar maupun mahasiswa, mungkin bisa mencoba juga untuk berzakat, tidak perlu menunggu sampai nisab (karena belum merupakan penghasilan yang rutin diperoleh).

Caranya, pertama teman-teman bisa sediakan sebuah celengan ‘tabungan’ zakat (bisa yang permanen ataupu yang tidak), kemudian setiap teman-teman mendapatkan rizqi berapapun itu nilainya, misal Rp. 50,000.- , coba sisihkan 2,5% nya yakni Rp. 1,250.- (bisa dibulatkan Rp. 1,500.-) kemudian masukkan ke dalam tabungan itu. Suatu saat nanti bila ada rekan kita ataupun orang yang membutuhkan, kita bisa memberikannya sebagai shodaqoh.

Cara ini bisa melatih kita untuk ikhlas dan ingat bahwa segala sesuatu yang Allah SWT anugerahkan kepada kita, didalamnya ada hak mereka yang kurang mampu.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat.


Thanks to :

Radhiana Ahyani, atas emailnya yang akhirnya bisa ku tularkan pada yang lain, semoga bisa memberi manfaat buat yang lain juga ya...dan jangan bosan-bosan untuk berbagi informasi menarik seperti ini... ^_^