Kamis, 11 Juli 2019

PKM Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi di Kampung Yoka Kota Jayapura

Tim PKM USTJ bersama peserta dan aparat Kampung Yoka dalam penutupan Kegiatan Pelatihan Teknologi Informasi (11 Juli 2019)

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) dari Univ.  Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang dipimpin oleh Normalia Ode Yanthy,  MT. melakukan kegiatan Pelatihan Penggunaan Teknologi Informasi di Kampung Yoka-Kota Jayapura. Tim PKM USTJ yang terjun langsung dalam kegiatan ini sebagian besar adalah dosen di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.
Kegiatan ini didanai oleh Kemenristekdikti melalui Program Hibah Kegiatan PKM yang diusulkan dan diseleksi melalui laman simlitabmas.

Latar Belakang
Pelatihan ini dilatarbelakangi akan kebutuhan mitra yakni masyarakat Kampung Yoka khususnya bagi mereka yang sering terlibat dalam kegiatan dan rebcana pembangunan kampung akan ketrampilan memggunakan perangkat lunak yakni laptop untuk menyusun proposal kegiatan maupun membuat laporan pertanggung jawaban kegiatan. Selama ini kendala yang dirasakan aparat Kampung adalah warga yang diberi tanggung jawab mengelola dana desa untuk kegiatan,  kesulitan saat harus menyerahkan laporan karena kurangnya ketranpilan dan kemampuan mengopeasikan laptop khususnya aplikasi Ms. Word (untuk mengetik laporan) dan Ms. Excel (untuk laporan keuangan).

Tujuan
Tujuan dari kegiatan PKM ini tidak lain untuk memberikan ketrampilan dasar bagi warga (peserta) tentang bagaimana menggunakan aplikasi Ms. Word dan Ms. Excel untuk mendukung kinerja mereka dalam penyusunan proposal maupun pembuatan laporan keuangan.

Pelaksanaan
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kampung Yoka, Bapak Anthonius Mebri.  Dalam sambutannya beliau sampaikan bahwa Kampung Yoka termasuk beruntung dengan hadirnya Tim PKM dari USTJ karena selama ini memang kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan. Selanjutnya beliau juga sampaikan agar warga yang menjadi peserta benar-benar memanfaatkan momen pelatihan ini untuk belajar.

Pembukaan Kegaiatan,  dari Kiri: Anggia R. Nurmaningtyas, M. Sc. (Dekan FTSP),  Anthonius Mebri (Kepala Kampung Yoka),  dan Syamsuddin Usman,  M.Si. (Tim PKM USTJ) 
Selain itu dalam pembukaan kegiatan,  perwakilan dari Tim PKM USTJ Bapak Syamsuddin Usman, M. Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Beliau juga menyampaikan jika Tim PKM USTJ siap menjadi mitra pendamping bagi Kampung Yoka, apabila dibutuhkan ke depannya.

Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, dan terbagi dalam beberapa sesi materi serta praktek.
Adapun materi yang disampai diantaranya adalah:

  1. Pengetahuan dasar tentang piranti perangkat lunak dan peralatan penunjangnya,  disampaikan oleh Alfred B.  Alfons, MT. dan Dewi Anggraeni, MT.
  2. Pengenalan dasar penggunaan Ms. Word untuk penyusunan proposal kegiatan,  disampaikan oleh Inayatul Ilah Nashruddin, M. Sc. 
  3. Kaidah pelaporan penggunaan anggaran,  disampaikan oleh Normalia Ode Yanthy,  MT. 
  4. Pengenalan dasar pembuatan laporan keuangan menggunakan Ms. Excel,  disampaikan oleh Dr.  Alfini Baharuddin,  MT.
  5. Membaca gambar kerja/desain dan Rencana Anggaran Biaya (RAB), disampaikan oleh Mercyana T.  Zebua, M. Si., dan Indah Sari Zulfiana T.,  MT. 

Selain menerima beberapa materi di atas, peserta juga praktek membuat proposal menggunakan Ms. Word dan Ms. Excel.
Materi disampaikan pada hari pertama dan kedua (9-10 Juli 2019), sedangkan praktek dilakukan pada hari ke tiga (11 Juli 2019) dengan jumlah peserta sebanyak 14 orang yang terdiri dari 11 warga dan 3 aparat kampung.

Praktek Penyusunan proposal.  Masing-masing Peserta didampingi oleh satu 

Dalam praktek ini,  seluruh pemateri dan Tim PKM USTJ terjun langsung sebagai pendamping.  Seperti kursus privat,  satu peserta didampingi satu orang pendamping.

Adapun dari materi dasar yang sebelumnya telah disampaikan dan kemudian dipraktekkan antara lain:

Aplikasi Word : penyusunan proposal kegiatan
  • merubah jenis huruf dan ukurannya
  • merubah huruf cetak tebal
  • menggunakan capslock untuk huruf kapital
  • menggunakan toolbox paragraf (rata kanan,  kiri,  tengah) 
  • menyimpan dokumen
  • membuka kembali dokumen 
  • menambahkan gambar pada dokumen
  • menambahkan tabel yg sudah dibuat di Ms. Excel
  • mencetak dokumen
Aplikasi Excel : Buat tabel LPJ keuangan
  • membuat dan mengisi tabel
  • menjumlah dengan toolbox sigma
  • menggunakan rumus penjumlahan sederhana
  • buat presentase serapan dana
  • merapikan text dalam tabel dengan toolbox wraptext 
  • menggabungkan beberapa kolom/baris dengan toolbox mergecell. 
  • copy tabel ke Ms. word
  • menyimpan dokumen

Para peserta terlihat sangat antusias saat melakukan praktek pembuatan proposal.  Contoh proposal yang dibuat dalam tiga lembar sudah mencakup seluruh target capaian dasar penggunaan kedua aplikasi microsoft office tersebut. Setelah menyelesaikan praktek pembuatan proposal,  peserta juga diajarkan bagaimana cara mencetak proposal tersebut.  Guna menunjang praktek peserta,  Tim PKM USTJ menyediakan laptop sejumlah peserta,  dan juga tiga unit printer.

Tolak Ukur
Di hari pertama kegiatan pelatihan ini,  Tim PKM USTJ melakukan pendataan secara umum mengenai kemampuan dan pengetahuan dasar peserta seputar materi yang akan disampaikan. Pendataan ini dilakukan dalam bentuk kuesioner yang diisi oleh pendamping.
Di akhir pelatihan,  seusai mencetak hasil latihan membuat proposal masing-masing peserta diminta mengisi kuesioner yang terdiri dari checklis kemampuan yang telah mereka lakukan dalam penggunaan aplikasi Ms. Word dan Ms. Excel.
Dengan adanya kuesioner di awal dan di akhir kegiatan,  Tim PKM selanjutnya bisa menyimpulkan apakah kegiatan ini nyata memberi manfaat pengetahuan dan ketrampilan dasar tentang materi yang disampaikan.
*untuk hasil resume kuesioner belum bisa dilaporkan karena masih di rekap oleh Tim PKM (*pen)
Saya (Kanan)  dan Ibu Alince Mebri (kiri) , peserta paling tua usinya tapi semangatnya paling muda.  Praktek selesai paling cepat dengan hasil sangat memuaskan dan berhasil jadi peserta yang pertama kali print hasil prakteknya. 

Penutupan
Di akhir kegiatan yakni pada saat penutupan,  perwakilan dari Tim PKM USTJ yang diwakili YL. Marnala Sitorus,  MT.,  menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan Kampung Yoka atas partisipasi dan antusiasme selama kegiatan.  Beliau juga menyampaikan bahwa ke depannya apabila masih diperlukan Tim PKM USTJ siap memberi pendampingan baik untuk kegiatan serupa maupun kegiatan lainnya.  Dalam sesi penutupan,  perwakilan Kepala kampung Yoka Ibu Dince Mebri menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim PKM USTJ dengan adanya kegiatan ini,  serta menghimbau pada peserta untuk tidak berhenti sampai disini dengan mempraktekkan apa yg sudah diperoleh untuk menunjang kegiatan pembangunan Kampung Yoka. Beliau juga berharap ke depannya akan ada kegiatan serupa yang diperuntukkan generasi muda dan anak-anak di Kampung Yoka agar melek teknologi.
Dalam rangkaian acara penutupan, salah satu pesera menyampaikan kesan pesannya,  yakni diwakili oleh Ibu Alince Mebri. Selain menyampaikan terima kasih pada Tim PKM beliau juga sampaikan bahwa masih ingin tahu lebih banyak lagi khususnya tentang pembuatan RAB, seta menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini juga bisa di berikan pada anak-anak di Kampung Yoka.
Di akhir penutupan,  Normalia Ode Yanthy,  MT. Selaku perwakilan Tim PKM USTJ menyerahkan kenang-kenangan berupa cetak foto bersama (saat hari ke-2) secara simbolis kepada Ibu Alince Mebri mewakili peserta lainnya. Selain itu, seluruh peserta juga mendapatkan kenang-kenangan berupa foto tersebut. Sederhana tapi semoga bisa jadi kenang-kenangan untuk ingat kami Tim PKM USTJ.(*pen)

Jayapura,  11 Juli 2019

Minggu, 30 Desember 2018

Tukar Poin Telkomsel di Solaria

Saya mau cerita pengalaman tukar poin telkomsel. Yups, di akhir tahun begini poin telkomsel pasti udah tertimbun sempurna, karna memang saya bukan tipe yang rajin tukar poin. Selain itu, promo yg ditawarkan juga sebagian besar merchant-nya gak ada di Jayapura (Papua). 
Kali ini saya manfaatkan poin telkomsel untuk makan di Solaria. Sambil ajak para krucils jalan-jalan di Saga Mall Abepura, saya tukarkan/ reedem 3 x 260 poin untuk potongan harga senilai 75 rb (260 poin untuk 25rb). 
Bagi yang masih punya banyak poin telkomsel dan posisi di Jayapura atau Abepura, bisa banget tukarkan di Solaria. Berikut ini aturan yang ditetapkan oleh pihak Solaria untuk penukaran poin. 
Pihak Solaria memberi pengumuman tukar poin di meja kasir

Caranya:

  1. Cek dulu poin telkomsel anda, dengan tekan *700# (pastikan poinnya cukup untuk ditukarkan),
  2. Tekan *700*234# untuk masuk ke menu tukar poin Solaria,
  3. Setelah anda tukar poin, nanti akan ada  notifikasi via sms ke hp anda (jangan dihapus, nanti  tunjukkan ke kasir)
  4. Jika anda ingin tukar 3x, lakukan pemukaran dengan mengulang langkah 2 dan pastikan sudah mendapat notifikasi sms sebanyak 3 juga.
    Notifikasi sms dari 777 untuk penukaran poin telkomsel
  5. Karena dalam 1 transaksi/struk maksimal menggunakan 3x tukar poin, jd kalau anda masih ada sisa poin yg mau ditukar bisa deh pesan lagi alias antri lagi, karena kasir tidak menerima pembayaran 2 struk secara beruntun dengan tukar poin.
Saat anda memesan menu, sampaikan ke kasir bahwa anda agak gunakan tukar poin untuk pembayaran. Jangan lupa bawa serta hp anda (yg tukar poin) saat pembayaran, karena kasir akan memverifikasi penukaran poin anda melalui hp anda. Poin yang ditukar tidak harus dari satu nomor ya... Misal anda ingin pakai 3x tukar, bisa saja 2x dengan nomor anda, dan 1x dengan nomor teman/saudara. Tapi saat pembayaran kedua hp yg tukar poin harus dibawa ya.. 😊 
Struk dengan penukaran poin telkomsel, 3x penukaran potongan 75 rb

Berhubung masa tukar poin hanya sampai akhir tahun 31 Desember 2018, jadi silahkan segera tukarkan poinnya ya.. 😊Semoga bermanfaat, dan selamat berlibur akhir tahun bersama keluarga.

Selasa, 25 Desember 2018

Tsunami Selat Sunda & Penelitian Tentangnya

Letusan Gunung Anak Krakatau pemicu Tsunami Selat Sunda
Sumber foto: https://goo.gl/images/mqHMeX

Sebelumya, saya sampaikan turut berbela sungkawa dan berduka atas musibah tsunami di Selat Sunda (Pandegelang Banten dan Lampung). Tsunami  menghantam kawasan Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam. Hingga Senin (24/12), berdasarkan catatan BNPB, setidaknya 429 orang meninggal, dan 150an hilang, sementara 16.000 lebih orang menjadi pengungsi.
Kabar tentang musibah ini tersebar begitu cepat, begitu juga dengan share via WA berupa foto dan video tentang kejadian tersebut. Diantara banyaknya share info kejadian bencana tsunami ini, ada juga yg share tentang hasil penelitian terkait kejadian ini... Dan menariknya, penelitian ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu baik oleh peneliti asing maupun Indonesia. Salah satu hasil penelitian yg banyak di share adalah artikel milik Giachetti, dkk (2012). Saya sendiri, kira2 ada empat group WA yg membagikan artikel tersebut. Bagi saya pribadi membaca artikel ini memberi ilmu khususnya tentang tsunami Selat Sunda. 
Memang ini bukan bidang ilmu saya, dan terlebih artikel asli milik Giachetti, dkk tersebut diterbitkan oleh Geological Society of London yang sifatnya berbayar, (lihat catatan) tentu tidak sembarang orang bisa dan ingin mengakses. Ini saya tahu dari share seorang guru saya di ITB Pak Dasapta Erwin Irawan. Beliau lebih detail meringkas tentang penelitian terkait kejadian tsunami ini, baik dari hasil penelitian orang Indonesia, maupun orang luar. Bisa disimak di tautan berikut. 
Catatan: melalui blog-nya beliau merevisi bahwa ternyata artikel ini open access, beserta link tautannya juga tersedia di blog beliau. 
Dari ulasan singkat yang disampaikan beliau dalam blog pribadinya, jelas bahwa  ternyata sudah banyak yang menulis dan meneliti tentang Tsunami Selat Sunda. Saya sengaja simpan tulisan ini di blog karena bersyukur bisa mendapat ilmu baru. 

Suasana kawasan pemukiman penduduk di Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan yang hancur akibat tsunami, Minggu (23/12) malam.
Sumber foto: https://goo.gl/images/A4HJZX

Beberapa video berita Tsunami Selat Sunda:
* Tsunami di Selat Sunda Pertama Terjadi di Indonesia, dipublikasikan pada 24 Desember 2018, Kompas TV
* Tsunami Pandegelang dan Lampung, 43 orang Meninggal dunia, dipublikasikan pada 22 Desember 2018
* Potensi Tsunami Selat Sunda, dipublikasikan 24 Desember 2018, CNN Indonesia
* Tsunami Terjang Selat Sunda, dipublikasikan pada 24 Desember 2018, CNN Indonesia
* Pantauan Udara di Wilayah Terdampak Tsunami, dipublikasikan pada 23 Desember 2018, SCTV Liputan 6 Pagi
* Dialog - Longsor anak Krakatau Picu Tsunami Selat Sunda (1), dipublikasikan pada 24 Desember 2018, Kompas TV

Senin, 03 Desember 2018

Seminar Hasil Penelitian Hibah Ristekdikti dan Penelitian Mandiri Tahun 2018


 

3 Desember 2018 bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Rektorat USTJ berlangsung Seminar Hasil Penelitian Hibah Ristekdikti dan Penelitian Mandiri Tahun 2018. Panelis yang mempresentasikan hasil penelitiannya adalah:
  • Moh. Irjii Matdoan, ST., MT., dengan judul : Sistem Informasi Pembelajaran Identifikasi dan Pengenalan Dini Bahasa Suku Sentani Berbasis Kearifan Lokal. (Hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP))
  • Alfred B. Alfons, ST., MT., dengan judul: Analisis Kebutuhan Tempat Penampungan Sampah Sementara di Distrik Sentani Kabupaten Jayapura (PDP)
  • Musfira, ST., M.Si., dengan judul : Penataan Permukiman Kumuh yang Berkelanjutan di Kelurahan Gurabesi Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura (PDP)
  • Dr. Ir. Jusuf Haurissa, MT., dengan judul: Briket Sarang Lebah Berbahan Dasar Limbah Sagu (Ampas Sagu) sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah. (Penelitian Mandiri 2018)
  •  Marnala Sitorus, ST., MT., dengan judul : Pelaksanaan Pembangunan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Pada Komunitas Adat di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. (Hibah Penelitian Disertasi Doktor).
Dr. Ir. Jusuf Haurissa, MT., saat memberikan sabutan dan arahannya dalam kegiatan Seminar Hasil Penelitian Hibah Ristekdikti dan Penelitian Mandiri 2018 
Sebelum para panelis mempresentasikan hasil penelitiannya, Dr. Ir. Jusuf Haurissa, MT. selaku ketua LPPM USTJ memberikan sambutan dan arahan beliau tentang keterbaharuan dari sebuah topik penelitian. Beliau menyampaikan Ada dua hal penting yang harus ada dalam sebuah penelitian dan bisa menaikkan nilai sebuah penelitian yakni 'penemuan' serta 'inovasi'. Beliau menyampaikan harapannya kepada seluruh Bapak Ibu Dosen yang hadir agar dalam melakukan penelitian selalu memperhatikan kedua hal tersebut. 

Para panelis mempresentasikan hasil penelitian dalam lima slide power point, serta poster dengan ukuran 70 x 70 cm yang sudah dicetak benner. Dalam presentasi seminar hasil yang diselenggarakan oleh LPPM USTJ ini juga dihadiri oleh dosen-dosen USTJ. Usai presentasi dari setiap panelis, dilakukan sesi tanya jawab maupun pemberian saran. Kegiatan seminar ini dilakukan sebagai bentuk sosialiasasi dari hasil penelitian yang sudah dilakukan khususnya untuk penerima hibah Ristekdikti sehingga diharapkan mampu memberi semangat bagi dosen-dosen lain untuk bisa mengikuti hibah ini di tahun-tahun berikutnya. Selain itu, dengan seminar internal di lingkungan USTJ ini, diharapkan para panelis sudah lebih siap untuk kegiatan monev eksternal yang biasanya dilakukan bersama asesor dari Dikti di pertengahan Bulan Desember.



Semoga sukses menyertai Bapak/Ibu penerima hibah Ristekdikti, dan terima kasih untuk LPPM yang sudah mengadakan kegiatan ini. 

Belajar dari Kegagalan struktur saat Gempa Padang, Lombok, dan Palu

Resume Seminar dan Short course HAKI 2018 dengan tema "Perencanaan Bangunan
 Tahan Gempa Sesuai SNI 1726 dan Kajian terhadap Gempa Padang, Lombok, dan Palu, serta Ringkasan Garis Besar Perubahan pada SNI 2847-201x berbasis ACI 318-14" di Swiss-BelHotel, Jayapura pada 30 November 2018.


Nara sumber dalam seminar ini adalah Ir. Steffie Tumilar, M.Eng., MBA., AU-HAKI. Beliau menyampaikan tentang perubahan terbaru SNI 2847 (2002-2013) yang tadinya berbasis perilaku dan sekarang susunannya berdasarkan sudut pandang desainer. Hal mendasar yang berubah pada susunan code dalam SNI 2847-20xx (menunggu di sahkan) adalah organisasi dan teknik. Perbedaan susunan SNI yang baru dilakukan untuk memudahkan menemukan persyaratan khusus, memberikan lokasi informasi yang lebih intuitif, dan meminimalisisr informasi bolak balik, serta susunannya juga urut dari plat sampai dengan pondasi. SNI 2847-20xx formatnya seperti ACI 318-14 Building Core Requirements for Structural Concrete. Pembahasan code dalam SNI 2847-20xx dibahas per bagian, misal untuk KOLOM (columns) maka pembahasan mulai Scope, General, Design Limits, Required Strength, Design Strength, Reinforcement limit, dan reinforcement detailing.


Kami peserta seminar juga mendapatkan materi yang sudah di burning dalam CD dan dibagikan ke seluruh peserta yang hadir. Pak Steffie menyampaikan bahwa semua bangunan sipil harus di desain tahan gempa sesuai dengan code yang ada, mengingat Indonesia termasuk negara dengan resiko gempa yang tinggi. Untuk bangunan vital, pencapaian life safety saja tidak cukup tetapi bangunan harus bisa beroperasi pasca gempa. Code gempa Indonesia yang tersedia:
·         Gedung: RSNI 1726: 20xx (menunggu disahkan) à di desain max ≈ gempa 2500 tahun (2% pe dalam 50 tahun) à ikut ASCE 7-10;
·         Jembatan : SNI 2883: 2013 à gempa di desain maksimal ≈ gempa 1000 tahun (7% pe dalam 75 tahun) à ikut AASHTD 2012.
Merencanakan dan me-review bangunan tahan gempa memerlukan keterlibatan aktif enjiner struktur profesional (SKA Madya) yang berpengalaman menangani masalah gempa. Pelajaran berharga yang bisa diambil dari gempa yang terjadi di Yogyakarta, Padang, Lombok, dan Palu tentang keruntuhan bangunan dan kegagalan struktur yang terjadi adalah sebagian besar terjadi karena join antara coloumn-bean tidak baik, tidak ada sengkang pada join kolom dan baloknya. Selain itu juga terjadinya short coloumn effect yang kegagalan strukturnya tepat pada pertemuan antara kolom dan dinding sebagian.

Berikut ini materi seminar yang terdiri dari :
·         Buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017 (ISBN 978-602-5489-01-3)
·         Perencanaan Banguna Tahan Gempa Saat ini SNI 1726 vs Gempa Padang, Lombok, dan Palu (oleh: Steffie Tumilar, Ir., M.Eng., AU-HAKI.)

·         Ringkasan Garis Besar Perubahan pada SNI 2847-2013 berbasis ACI 318M-14  (oleh: Steffie Tumilar, Ir., M.Eng., AU-HAKI.)

Foto bersama narasumber dan Bapak/Ibu Dosen USTJ serta adik-adik mahasiswa

Jumat, 30 November 2018

Jembatan Merah "Holtekamp", icon baru Kota Jayapura

Rombongan Mahasiswa Prodi Arsitektur USTJ berfoto bersama Pak Sunardi
24 November 2018 yang lalu, Mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), melakukan kunjungan lapangan ke Jembatan Holtekamp Jayapura. Jembatan yang jadi icon Kota Jayapura dengan warna merahnya yg menyala. Kami rombongan sekitar 30 orang, diterima oleh Bapak Sunardi (PT. PP), beliau adalah Kepala Pelaksana Proyek Jembatan Holtekamp.

Dalam paparannya beliau menceritakan proses pembangunan jembatan ini, termasuk proses pengangkutan jembatan dari Surabaya ke Jayapura menggunakan kapal Tongkang. 
Tampilan jembatan Holtekamp dari arah Hamadi
Jembatan Holtekamp saat ini menjadi salah satu icon kota Jayapura. Warnanya yang merah menyala dan ukurannya yg sangat besar dengan bentang yg panjang menjadikan jembatan ini mudah dikenali. 

Keberadaan Jembatan Holtekamp diklaim bisa mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju Skow, Distrik Muara Tami yang merupakan perbatasan RI dan Papua Nugini atau Papua New Guinea. Jembatan ini menghubungkan daratan Holtekamp dengan daratan Hamadi. Adapun jembatan Holtekamp memiliki panjang jembatan 732 m ini terdiri dari bentang utama 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp.
Mahasiswa menerima penjelasan dari Pak Sunardi di tengah bentang jembatan Holtekamp yg belum beroperasi

Jembatan Holtekamp sendiri dibangun sejak tanggal 9 Mei 2015 lalu. Peletakan batu pertama jembatan dengan panjang 733 meter tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat itu.

Bentang jembatan baja ini dibuat di PT. PAL Surabaya dan diangkut menggunakan kapal tongkang. Pertimbangan kementrian Pu menggandeng PT. PAL karena beberapa alasan yakni kondisi alam aurabayanyg lebih stabil dibandingkan Jayapura (rawan gempa), dan PT PAL memiliki fasilitas workshop yang lebih lengkap dibandingkan yang lain. Dari sisi crane, misalnya, kapasitas angkut crane yang dimiliki PT PAL cukup besar.


Dalam proses pembangunan jembatan holtekamp ini,  konsorsium PTPP-HK-NK dan Dirjen Bina Marga memecahkan 2 rekor dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yaitu Pengangkatan dan Pemasangan Rangka Baja Jembatan dalam Bentuk Utuh Terpanjang, dan Pengiriman Rangka Baja Pelengkung Bagian Tengah secara Utuh dengan Jarak Terjauh 3.200 kilometer (km).


Jembatan holtekamp yang telah selesai, sudah diuji pembebanan dan mampu menahan beban seberat 3600 ton (160 unit mobil dengan beban masing-masing 10-12 ton). Banyak uji yg dilakukan sebelum jembatan dipasang, baik kedalaman laut, ombak, kecepatan angin. 
Mendengar pemaparan di sekitar median jembatan Holtekamp, berlindung dari panas matahari di bawah jembatan Holtekamp
Project jembatan Holtekamp ini dikerjakan oleh konsorsium 3 PT yakni PT. PP, PT. Nindia Karya, dan PT. Hutama Karya, yang merupakan perusahaan BUMN bidang kontraktor. 

Jembatan sepanjang 733 meter dengan lebar 10 meter ini, belum sepenuhnya tuntas. Rail­ing atau besi pembatas di ping­gir belum terpasang. Sehingga, sangat membahayakan pejalan kaki yang bisa saja terjun bebas ke laut sedalam lebih dari 50 meter itu. Lampu juga belum terpasang, sehingga masih minim penerangan di malam hari. Selain itu jalan penghubung juga belum selesai, masih dalam tahap pengerjaan dan targetnya selesai di akhir tahun 2018 ini. Sedangkan untuk operasional secara penuh, menurut Bapak Sunardi kira-kira Bulan Mei-Juni 2019. 

Referensi:
  • https://m.detik.com/finance/infrastruktur/d-4206471/jembatan-kebanggaan-jokowi-di-papua-hampir-rampung/1/#search
  • https://properti.kompas.com/read/2017/11/30/002846821/pt-pal-garap-bentang-utama-jembatan-holtekamp


Minggu, 18 November 2018

Suka Duka jadi bagian dari Tim Redaksi Buku Kenangan Dosen Magang 2018


Kali ini saya mau cerita tentang suka duka jadi Tim Redaksi (Timred) Buku Kenangan Dosen Magang (Dosma) 2018.
Berawal dari cerita Pak Komang (Pembina Dosma ITB) di awal program magang dosen ini, jika tahun-tahun sebelumnya, ITB selalu ambil bagian untuk jadi voulunter pembuatan buku kenangan. Disaat itu juga kami dosma ITB punya Mbienk (nama aslinya Khamadi). Khamadi adalah peserta Dosma ITB dari Universitas Dian Nuswantoro Prodi Desain Komunikasi Visual. Saya juga dari Prodi Arsitektur yang juga cukup familier dengan Corel dan Photoshop. Cocoklah kalau kami berkolaborasi jadi tim layout... Oke.. Deal.. Ambil kesempatan ini...
Ternyata tidak semudah yang dibayangkan... Setelah susunan tim redaksi dibentuk dan survey awal (spesifikasi dan harga buku) sudah dilakukan, saatnya lounching info ini ke rekan-rekan Dosma 2018. Dibuatlah group WA khusus untuk persiapan Buku Kenangan ini, isinya hanya Timred dari ITB dan ketua-ketua dari 7 PT Pebina lainnya. Kami selaku Timred sudah posting form yang sudah kami buat di google form untuk isian profil yang akan ditampilkan di Buku Kenangan. Awalnya para ketua menyampaikan akan merundingkan dulu dengan teman-teman di PT masing-masing, namun hasilnya kurang memuaskan... hanya IPB yang komitmen bersedia cetak buku. Yang mengisi form via google form juga sangat sedikit, bahkan ada salah satu Dosma PT Pembina yang sama sekali tidak mengisi form sampai batas waktu yang ditentukan. Akhirnya group WA pun jadi kurang efektif, terlebih setelah ada group besar Dosma 2018 yang jelas lebih banyak anggotanya. Wacana untuk pembuatan Buku Kenangan pun akhirnya di share di group besar (group Buku Dosma 2018 pun bubar). Respon dan komentarnya pun sangat beragam... Mulai dari alasan pengen go green, harga buku kemahalan, mau soft file aja, sampai ada yang berbaik hati mau buatkan e-book. Dari 8 PT Pembina, hanya kami ITB dan IPB yang komitmen sejak awal untuk cetak buku... Yup.. CETAK BUKU.
Harga awal yang ditawarkan 150rb, dengan ukuran buku B5, cover Art Paper 260 gr (laminasi dov), isi Art Paper 150 gr dengan isi per-halamannya 2 orang peserta (total peserta 163, belum pembina dan pengelola) serta foto bersama. 
Setelah melalui banyak komentar di group besar WA Dosma 2018 tibalah puncaknya pada 13 September 2018 bahwa yang bersedia cetak tetap hanya ITB dan IPB, Dengan keputusan itu, akhirnya kami tetap jalan... Timred tetap fokus mengumpulkan data dan membuat layout buku. Layout didesain khusus oleh Khamadi dengan konsep yang pastinya tidak perlu diragukan... Memang dia ahlinya... 
Sampai waktunya layout buku untuk Dosma ITB dan IPB jadi... Dan sayapun berfikir, jika buku kenangan ini tetap dicetak dengan isi yang hanya dua PT saja.. Berarti tidak bisa disebut dengan "Buku Kenangan Dosma 2018", karna dua tidak bisa mewakili delapan... Hm, saya coba mengesampingkan ego dan suara-suara tidak peduli di sekitar untuk akhirnya mencari jejak teman2 dosma lain via portal forlap dan sinta. Mencari satu persatu foto dan gelar teman-teman. Sampai akhirnya kolase foto masing-masing PT pun ada wujudnya... Hanya beberapa saja yang tidak ada fotonya di forlap. Dari 163 peserta, 45 diantaranya peserta dosma ITB dan IPB datanya sudah ada, jadi yang saya cari adalah 118 sisanya. Memang butuh kesabaran dan perjuangan.. Serta kuota internet pastinya, karna harus menelusur satu persatu nama di forlap dan sinta. Saya juga bersemangat karena support dari layouter (Khamadi dan Mas Yono) yang bersedia kerja keras untuk nantinya melengkapi layout 118 peserta lainnya. 

Draft Pertama
Draft pertama adalah Dosma ITB dan IPB dengan informasi data diri dan foto, lengkap beserta testimoni dari masing-masing peserta. Dosma selain dua PT tersebut berupa tabel nama dan asal PT serta foto dalam bentuk kolase.
Setelah draft pertama jadi, saya menyampaikan ke Pak Komang tentang progress dan kendala apa yang dihadapi... Setelah beliau lihat hasil layoutnya, komentar beliau yang saya ingat adalah... 
Pak Komang : "ini hanya ITB dan IPB yg ada datanya?"
Saya : "Iya Pak, karna hanya kami dan IPB yg mau cetak. Selain itu kemarin sudah kami hitung ulang Pak untuk biaya cetaknya jadi 60 rb/ buku"Pak Komang sambil buka-buka cetakan sementara, "kalau yang lain dilengkapi bagaimana? Total harganya berapa?"
Untungnya saya sudah sempat hitung jadi bisa sampaikan estimasi biaya 98 rb/ buku jika semua lengkap (dengan catatan ukuran buku bukan B5 tapi A5). 
Saya: "Kalau lengkap sekitar 98 ribu/ buku Pak, tapi kami sudah info ke teman-teman IPB kalau harganya 60 rb. Jadi kalau mau dilengkapi, kami harus komunikasikan dulu Pak ke teman-teman di IPB"
Pak Komang: "Coba komunikasikan lagi ke IPB, usahakan lengkap datanya"
Saya: "Baik Pak, nanti saya coba komunikasikan ke Mas Fajar ketua dosma IPB... semoga teman-teman ndak keberatan"
Setelah percakapan dengan Pak Komang, saya langsung sampaikan ke layouter (Khamadi dan Mas Suyono dari Universitas Pringsewu Lampung), bahwa ada wacana untuk melengkapi data lagi, dan alhamdulillah layouter tetap siap sedia. Salut buat layouter... Selanjutnya saya segera kontak Mas Muhammad Fajar Purnama untuk mengabarkan wacana melengkapi data buku kenangan dan tentunya konsekuensi perubahan harga (dibulatkan 100rb/ buku). alhamdulillah respon dari teman-teman IPB tetap komitmen... CETAK. 
Dari situ saya termotivasi untuk melengkapi data teman-teman dari PT Pembina lainnya. Kami bekerja keras untuk bisa melengkapi data dengan waktu yang sangat terbatas.. Kurang lebih satu minggu. Pembagian tugas pun dimulai, saya collect data dan input layout untuk Dosma UNAIR, UNESA dan UNPAD, Mas Suyono input layout untuk UGM, PNJ dan UM. Sedangkan Khamadi pastinya layout keseluruhan. 
Tugas berikutnya adalah memastikan Kata Pengantar Buku Kenangan Dosma 2018 dari Direktur Karier dan Kompetensi SDM (Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., M.A.) siap tayang. Dengan bantuan dari Pak Komang yang menjebatani kami Timred dengan beliau, Alhamdulillah, hanya sedikit revisi, dibantu koreksi penulisan oleh Bang Budi Istana (Univ. Muhammadiyah Riau) dan Revy Savitri (Univ. Bangka Belitung). 
Saat collect data, kami timred dibantu oleh koordinator masing-masing PT Pembina. Yang alhamdulillah, respon teman-teman sangat baik dan mau membantu. Hanya saja yang jadi kendala saat itu adalah "lama" (Maklum, kami semua padat kegiatan di kampus masing-masing). Sehingga dalam input pun jadi agak lama dan ngebut di detik-detik akhir jelang cetak. Untungnya layouter kami handal... 
Saya juga kontak para pengelola PT Pembina untuk mendapatkan data diri dan foto beliau dan para pembina. Bonusnya  adalah, saya jadi kenal Ibu Tsuroyah (UNESA), Pak Enjang (UNPAD), Pak Eddy Sutadji (Pembina UM), Bu Ardhya Nareswari (Pembina UGM), Mbak Denik (Pengelola UNAIR). Selain itu dengan collect data,  juga terjalin komunikasi dengan para koordinator masing2-masing PT Pembina dan secara personal. Khusus untuk yang personal memang macam2 responnya, ada yg respon baik dan cepat, tapi ada juga yg tidak suka 'japri' karena dianggap sudah ada yg mengkoordinir. Termasuk suka duka saat ada yg revisi data dan mau ganti foto... Sesekali kami yg khilaf tidak ganti datanya karena banyaknya data yang ganti dan yang japri minta ganti foto... Tanggal 24 Oktober jam 23.09 alhamdulillah data seluruh dosma lengkap. Tinggal melengkapi profil Pembina Dikti, untuk yang satu ini kami dibantu Pak Komang untuk meneruskan form kosong ke para pembina Dikti. Hingga akhirnya, semua lengkap. 

Draft Lengkap
Begitu draft lengkap jadi, saya print lagi untuk ditunjukkan ke Pak Komang dan mendapat acc untuk cetak. Saya sangat suka Cover Buku Kenangan buatan Khamadi, Sederhana tapi elegant dan bisa mewakili 8 PT Pembina. Selain itu di cover belakang juga sangat kreatif mencantumkan QR yang jika di scan QR maka bisa terhubung ke tautan soft file (pdf) Buku Kenangan ini. Soft file ini sangat penting karena teman-teman selain ITB dan IPB tidak cetak buku, sehingga diharapkan dengan soft file ini mereka tetap bisa punya buku kenangan yang didalamnya ada data diri seluruh peserta, pembina, dan pengelola Dosma 2018. QR ini kami share di group Dosma 2018 pada 10 November 2018 tepat di hari terakhir kegiatan Penutupan Dosma di Denpasar, Bali. 
Finally, buku harus segera cetak awal November mengingat tanggal 6 November buku harus sudah jadi, karna tanggal 7 pagi kami beranjak ke Bali untuk kegiatan penutupan. Kami Timred juga punya koordinator bagian Percetakan, ada Bang Sukri Adrianto (STIMIK Dumai) dan ada Nur Arminarahmah (Univ. Islam Kalimantan), yang cekatan mengurus perihal percetakan buku di ITB Press (lumauan ada diskon 10% karena internal). Untuk masalah bayar-membayar, kami juga punya bendaraha Lili Andriani (STIKes Harapan Ibu Jambi) yang memastikan semua aman, termasuk koordinasi dengan Bendahara IPB, Dek Evita Purnaningrum. 

Yang menurut saya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Buku Kenangan Dosma 2018 juga memuat profil Para Pembina DIKTI, Tim Support Dikti, dan Para Pengelola masing-masing PT Pembina. 
Bersyukur bahwa buku kenangan bisa merepresentasikan seluruh Dosma 2018. Khusus buat layouter andalan kami, Khamadi dan Mas Suyono, terima kasih banyak sudah bekerja keras dan bekerja cerdas demi terselesaikannya Buku Kenangan ini tepat waktu. Makasih untuk kesabarannya bekerja satu tim dengan saya. Kita punya buku ini sebagai kenang-kenangan dari kerja keras ini.

Baju biru kotak2 (Khamadi), Pegang Buku (Sukri Adrianto), pakai jilbab coklat susu (Nur Arminarahmah), dan  jilbab biru tua (Revy Safitri)

Mewakili Timred saya sampaikan permohonan maaf bila dalam proses penyusunan buku kenangan tersebut ada hal-hal yang tidak berkenan dihati. Terima kasih buat semua teman-teman Dosma 2018 atas kerjasamanya. Harapan saya, semoga dengan adanya buku kenangan ini bisa jadi jembatan untuk kita alumni Dosma 2018 untuk bersilaturahmi dan tetap berkomunikasi. Dimanapun kita berada, ingatlah bahwa kita alumni Dosma 2018.